
Baru Makan Kok Laper Lagi? Ini Biang Keroknya
Baru Makan Kok Laper Lagi? Ini Biang Keroknya Yang Menjadi Penyebab Perut Kalian Ingin Menyantap Makanan Lagi. Pernah merasa baru saja selesai makan besar. Akan tetapi satu atau dua jam kemudian perut kembali berbunyi? Fenomena “Baru Makan kok laper lagi” ternyata bukan sekadar sugesti. Banyak orang mengalaminya, terutama di tengah gaya hidup modern yang serba cepat. Kondisi ini bisa membuat pola makan berantakan. Dan berat badan naik tanpa sadar. Bahkan memicu kebiasaan ngemil berlebihan. Secara umum, hal ini muncul ketika kadar gula darah menurun. Serta tubuh memberi sinyal bahwa ia membutuhkan energi tambahan.
Namun, dalam beberapa kasus, hal ini yang datang terlalu cepat justru di pengaruhi oleh jenis makanan, pola makan. Terlebihnya hingga kualitas istirahat. Oleh karena itu, penting memahami penyebabnya agar kita bisa mengatur strategi yang lebih sehat. Selain itu, memahami faktor biologis dan kebiasaan harian akan membantu kita membedakan antara yang sungguhan. Dan sekadar keinginan makan karena bosan atau stres. Dengan begitu, kita bisa mengambil langkah yang tepat tanpa harus menyalahkan diri sendiri dari Baru Makan kok laper lagi ini.
Karbohidrat Sederhana Dan Lonjakan Gula Darah
Salah satu biang kerok utama akan hal ini cepat muncul adalah konsumsi Karbohidrat Sederhana Dan Lonjakan Gula Darah. Makanan seperti nasi putih dalam porsi besar, roti putih, mi instan. Atau minuman manis memang memberi energi instan. Namun, efeknya tidak bertahan lama. Ketika kita mengonsumsi makanan tinggi gula atau karbohidrat olahan. Serta kadar gula darah naik dengan cepat. Tubuh lalu merespons dengan melepaskan insulin dalam jumlah besar untuk menstabilkannya.
Akibatnya, gula darah justru turun drastis setelahnya. Penurunan inilah yang memicu sinyalnya kembali, meski sebenarnya kita baru saja makan. Sebaliknya, makanan tinggi serat seperti sayuran, buah utuh. Dan biji-bijian membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil. Transisinya lebih lambat sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Oleh sebab itu, jika anda sering merasa cepat kelaparan. Maka coba evaluasi kembali komposisi menu harian anda.
Kurang Tidur Dan Stres Bisa Jadi Penyebab
Selain faktor asupan, gaya hidup juga memegang peranan besar. Kurang Tidur Dan Stres Bisa Jadi Penyebab. Karena dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasanya. Hormon ghrelin yang memicunya secara meningkat. Sementara leptin yang memberi sinyal kenyang justru menurun. Hasilnya, tubuh terasa seperti “minta asupan terus” meski asupan sudah cukup. Di sisi lain, stres berlebihan juga bisa memicu keinginan makan yang sulit di kontrol. Ketika stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang dapat meningkatkan nafsu makan.
Terutama terhadap asupan tinggi gula dan lemak. Inilah alasan mengapa banyak orang cenderung mencari camilan manis atau gurih saat sedang tertekan. Menariknya, hal ini akibat stres seringkali bukan secara fisik. Namun melainkan emosional. Kita makan bukan karena benar-benar butuh energi, tetapi karena mencari kenyamanan. Oleh karena itu, membedakan secara fisik. Dan dengan versi emosional menjadi langkah penting untuk menghindari kebiasaan asupan berlebihan.
Cara Mengatasinya Agar Kenyang Lebih Lama
Setelah mengetahui penyebabnya, Cara Mengatasinya Agar Kenyang Lebih Lama adalah memperbaiki pola asupan dan kebiasaan harian. Pertama, pastikan setiap kali makan mengandung sumber protein seperti telur, ayam, ikan, tahu, atau kacang-kacangan. Protein membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan menstabilkan energi. Kedua, pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau ubi. Kandungan seratnya membantu proses pencernaan berjalan lebih lambat.
Sehingga perut tidak cepat kosong. Selain itu, jangan lupakan lemak sehat dari alpukat, kacang, atau minyak zaitun dalam jumlah wajar. Ketiga, biasakan makan dengan sadar atau mindful eating. Kunyah perlahan dan hindari memakan sambil bermain ponsel. Terkadang, hal ini muncul karena kita tidak benar-benar memperhatikan proses makan. Sehingga tubuh belum sempat menerima sinyal kenyang. Terakhir, jaga hidrasi tubuh. Kadang-kadang, rasa haus di salahartikan sebagai lapar. Minum segelas air putih sebelum memutuskan makan tambahan bisa membantu memastikan apakah tubuh benar-benar membutuhkan asupan. Agar tidak laper lagi padahal Baru Makan.